Konon kucing sudah menjadi hewan kesayangan manusia sejak lebih dari 9500 tahun yang lalu. Sayangnya harus kita akui bahwa pemahaman kita tentang perilaku kucing masih tetap sangat minim. Berbeda dengan ajing yang sangat reaktif terhadap manusia, kucing memang cenderung misterius. Kalaupun kita tidak memiliki anjing, dari cerita, foto, atau mungkin video kita bisa melihat jelas bagaimana seekor anjing nampak sangat senang saat pemiliknya pulang ke rumah setelah seharian bekerja. Bagaimana reaksi kucing kesayangan kita saat kita masuk ke dalam rumah begitu pulang dari kantor? Baru-baru ini seorang ahli perilaku kucing dari Universitas Bristol menulis buku berjudul Cat Sense, dan melalui wawancara dengan National Geographic membagi sedikit pemahaman yang didapatnya dari penelitian dan pengamatan selama bertahun-tahun.

Penelitian Bradshaw ini tidak main-main. Selama 20 tahun dia menemiti perilaku hewan terhadap bau. Kemudian karena secara spesifik bau merupakan hal yang paling kuat menarik indra anjing, untuk sementara waktu memfokuskan penelitiannya kada anjing. Dari situ dia melihat adanya benang merah antara kedua jenis hewan yang paling banyak dijadikan peliharaan, anjing dan kucing, kemudian mengarahkan penlitiannya lebih kepada perbedaan interaksi antara anjing dan kucing dengan manusia. Dikatakan bahwa penelitiannya sendiri lebih banyak dilakukan dengan cara observasi, dimana Bradshaw mengamati perilaku kucing dalam berbagai situasi seperti bagaimana kucing berinteraksi saat mereka ditempatkan di dalam sebuah kelompok dengan kucing-kucing lain, bagaimana perilaku kucing saat dipisahkan sendiri-sendiri, juga bagaimana perilaku kucing saat mereka bertemu dengan kucing lain yang belum pernah ditemuinya sebelumnya.

Selain situasi alami, Bradshaw juga melakukan berbagai simulasi seperti mengamati bagaimana kucing bermain dengan mainan, mengamati perilaku kucing pada jam-jam berbeda setiap harinya, dan mengamati interaksi antara kucing dengan pemiliknya. Selain mengamati dari sisi kucingnya sendiri, Bradshaw juga mewawancarai para pemilik kucing untuk mengetahui pandangan mereka tentang kucing peliharaannya.

Secara umum, seperti mungkin kita sudah bisa duga tanpa keahlian khusus dan pengamatan bertahun-tahun, Bradshaw menyimpulkan bahwa kucing memang tidak mengenali kita dengan cara yang sama dengan ajing. Pada anjing, jelas nampak bahwa mereka mengenali manusia sebagai makhluk yang berbeda. Cara mereka bermain dengan manusia sangat berbeda dengan cara mereka bermain dengan sesamanya. Sebaliknya, kecenderungan tersebut tidak nampak pada kucing. Jelas bahwa kucing bisa melihat bahwa kita merupakan makhluk dengan sosok yang jauh lebih besar dari tubuh mereka sendiri. Tetapi perilakunya saat berhadapan dengan manusia, seperti menegakkan ekor, menggesek-gesekan kepalanya di kaki, duduk dengan manja di samping kita, menggaruk-garuk dan menjilati tubuhnya sendiri saat berada dekat kita, juga mereka lakukan saat mereka berada dekat dengan kucing lain.

Kucing Sangat Mudah Stress

Selain mengenai apa yang ada di pikiran kucing mengenai kita, Bradshaw juga mengungkap bahwa perilaku “misterius”-nya membuat kucing sering kali mengalami stress yang sangat tinggi sementara pemiliknya sama sekali tidak menyadarinya. Padahal stress pada kucing dapat dipicu oleh hal-hal kecil yang luput dari perhatian kita. Misalnya saja, seperti manusia kucing juga tidak selalu akur dengan kucing lainnya. Kalau manusia bisa cuek, tidak demikian dengan kucing. Masalah tersebut bisa membuat kucing sangat stress dan akibat dari stress ini bisa sangat buruk baik terhadap perilaku maupun kesehatannya. Bradshaw mengungkap bahwa selain pengecekan kesehatan rutin, alasan paling banyak kucing dibawa ke dokter hewan adalah karena luka akibat perkelahian dengan kucing lain.

Efek negatif stress terhadap kesehatan kucing tidak terbatas hanya pada yang nampak dari luar, seperti luka akibat perkelahian. Penyakit kucing seperti dermatitis dan infeksi empedu diyakini banyak diakibatkan oleh stress. Secara medis peradangan empedu diyakini berhubungan dengan hormon stess yang terkandung dalam darah. Jadi Bradshaw menyarankan bahwa saat terlihat ada masalah kesehatan kucing yang anda deteksi, selain pengobatan secara medis dengan obat-obatan, lakukan pengamatan dan ambil tindakan yang diperlukan untuk mengendalikan stressnya. Misalnya jika anda juga memiliki anjing dan nampak bahwa kucing anda tidak bisa berteman dengan harmonis dengannya, berikan mereka wilayah sendiri-sendiri. Sering kali pendekatan seperti itu dapat mengatasi masalah bahkan tanpa harus memberikan obat pada kucing yang mengalami masalah tersebut.

Apakah Kucing Mengenali Kita?

Jika anjing dengan jelas menunjukkan bahwa mereka dapat membedakan antara orang asing dan tuannya sendiri bahkan membedakan orang-orang yang sama-sama tinggal serumah, kucing tidak demikian. Saat dia berada di satu ruangan sendirian, sering kali kucing seperti memanggil-manggi dengan suara manjanya. Tetapi Bradshaw meyakini bahwa reaksi orang yang kemudian datang dan mengelus-elus memanjakannya itulah yang diinginkan si kucing. Siapa yang melakukannya bukanlah sesuatu yang penting baginya. Kalaupun kucing seolah-olah menunjukkan perilaku seperti mengenali orang-orang tertentu, melalui pengamatannya Bradshaw meyakini bahwa hal itu lebih karena kucing bisa mengingat hal-hal positif yang dilakukan orang-orang tertentu terhadapnya, seperti mengelus-elus atau memberikan makanan. Bahkan saat ditanya apakah kebiasaan kucing duduk “berlutut” di depan pemiliknya, Bradshaw tidak menganggapnya sebagai hubungan pribadi karena menurutnya anak kucing juga biasa melakukan hal yang sama di depan induknya.

Kucing Juga Bisa Dilatih

Meskipun tidak pada tingkat yang sama dengan anjing, Bradshaw mengatakan bahwa kucing juga bisa dilatih. Kucing bisa diajari mengenai hal-hal yang tidak boleh dilakukannya. Misalnya jika kita tidak ingin kucing kita meloncat-loncat, cari sesuatu yang bisa meloncat dan melayang di udara. Setiap kali kucing meloncat, buat mainan itu juga “meloncat”. Kucing tidak menyukai hal itu dan akhirnya tidak akan meloncat lagi. Bisa juga dengan pistol air karena kucing tidak menyukai air. Meskipun begitu Bradshaw mengingatkan jangan sampai kucing menyadari bahwa kitalah yang melakukan hal yang menggangu tersebut karena kalau sampai dia menyadarinya, dia akan membenci kita selamanya. Meskipun demikian menghentikan sesuatu yang sudah terlanjur menjadi kebiasaan pada kucing merupakan sesuatu yang sangat sulit bahkan hampir tidak mungkin dilakukan.