Pastinya kita semua tau, muntah pada kucing – atau juga pada manusia – artinya mengeluarkan isi perut lewat mulut. Tapi hal yang sederhana itu bisa jadi sangat mengganggu dan mungkin saja merupakan indikasi masalah kesehatan jika sampai pada tahap kronis. Dikatakan kronis adalah bila muntahnya berulang-ulang dan berkepanjangan. Biasanya muntah kronis diakibatkan masalah pada lambung atau saluran usus bagian atas. Tetapi bisa saja muntah terjadi sebagai reaksi dari masalah pada organ lain yang kemudian membawa akumulasi zat beracun ke dalam aliran darah yang pada akhirnya merangsang pusat muntah pada otak.

Jadi kalau anda menemukan kucing kesayangan anda muntah-muntah, berulang dan berkepanjangan, jangan dibiarkan berlama-lama, segera bawa ke dokter hewan kepercayaan anda.

Selain masalah kesehatan kucing yang kemudian menimbulkan reaksi muntah yang bisa saja merupakan masalah serius, muntah sendiri juga bisa menyebabkan masalah tersendiri. Karena isi perut yang dikeluarkan lewat mulut saat muntah biasanya berasal dari lambung atau saluran usus bagian atas, artinya nutrisi dari makanan tersebut belum terserap tubuh. Muntah berkepanjangan dapat menyebabkan kucing kekurangan asupan nutrisi yang diperlukan tubuhnya. Sementara itu muntah juga dapat mengakibatkan tersedak, terhirupnya makanan ke dalam saluran nafas, yang pada akhirnya dapat mengakibatkan batuk bahkan pneumonia.

Anda perlu lebih waspada lagi kalau ada darah pada muntahan kucing, meskipun mungkin hanya sedikit bercak saja.

Diagnosa muntah kronis pada kucing bukan perkara mudah, bahkan untuk praktisi kesehatan hewan profesional sekalipun. Jadi sebaiknya jangan “sok tahu” atau mengandalkan saran teman entah yang disampaikan melalui obrolan atau interaksi lewat jaringan social media. Ada sangat banyak kemungkinan yang bisa menyebabkan kucing muntah-muntah, banyak diantaranya cukup serius dan memerlukan penanganan tepat. Karena itu diagnosa akurat sangatlah penting.

Berikut beberapa masalah kesehatan kucing yang dapat menimbulkan gejala muntah:

  • Maag
  • Kanker
  • Peradangan pada lambung
  • Kerusakan pada hati
  • Gagal ginjal
  • Infeksi pankreas
  • Tumor pankreas
  • Gangguan pada telinga bagian dalam<
  • Penyakit Addison
  • Cacing jantung
  • Peningkatan kadar tiroid
  • Menelan benda asing
  • Kerusakan kandung kemih
  • Serangan virus panleukopenia
  • Ketoasidosis (sejenis diabetes)
  • Infeksi pada rahim.

Diagnosa Terhadap Gejala Muntah Pada Kucing

Dengan begitu banyaknya kemungkinan, diagnosa kesehatan kucing yang muntah-muntah tidak mudah. Anda tidak dapat melakukannya sendiri, anda juga tidak dapat lepas tangan menyerahkannya kepada dokter hewan. Peranan anda sangat diperlukan terutama saat dokter hewan memerlukan penjelasan detail bukan hanya mengenai kasus muntahnya saja tetapi mungkin juga riwayat kesehatan maupun riwayat perilaku dan kebiasaan-kebiasaannya.

Tentunya dokter hewan akan memulai diagnosa dari kemungkinan yang paling ringan dan paling sering terjadi. Apakah kucing benar-benar muntah atau hanya mengeluarkan kembali makanan yang ditelannya, entah karena kekenyangan, ada benda asing, atau tidak suka dengan rasanya. Dalam hal ini anda perlu memberikan perhatian tidak hanya pada muntahannya tetapi juga pada seluruh kejadian.

Perhatikan perutnya. Jika perut kucing naik turun saat muntah, kemungkinan dia memang benar-benar muntah, mengeluarkan isi perut. Lihat muntahannya, apakah masih mirip seperti makanan yang baru dikunyah atau sudah agak cair. Kalau sudah agak cair, artinya makanan tersebut sudah sempat masuk ke dalam lambung atau usus dan terproses. Perhatikan juga apalah ada cairan kuning turut keluar bersama muntah.

Kucing punya kebiasaan memakan kembali muntahannya. Sebelum itu dilakukannya, ada baiknya menyimpan sebagian sebagai sampel untuk anda bawa saat membawa kucing berkonsultasi dengan dokter hewan. Dengan begitu dokter hewan anda dapat melihat dan menganalisa sendiri.

Kadang-kadang kucing muntah gara-gara batuk. Jangan dianggap enteng. Mungin muntahnya memang bukan karena masalah lambung dan lain-lain, tapi batuknya itu bisa jadi muncul akibat sesuatu yang serius. Sering kali diperlukan foto rontgen untuk mendiagnosa penyebab batuk secara akurat.

Penanganan Masalah Muntah Pada Kucing

Seperti biasa, pengobatan muntah pada kucing diberikan sesuai dengan masalah yang bersembunyi di balik muntahnya. Karena bagaimanapun muntah hanya gejala, bukan masalah yang sesungguhnya. Meskipun begitu, muntah itu sendiri seperti disebut di atas bisa menimbulkan masalah selain rasa tidak nyaman. Pastinya sementara muntahnya juga distop.

Beberapa hal yang mungkin dilakukan diantaranya:

  • Mengubah pola makan.
  • Pemberian obat untuk menghentikan muntah.
  • Pemberian antibiotik jika muntah disebabkan masalah ulkus atau bakteri.
  • Pemberian kortikosteroid untuk mengobati penyakit radang usus, kalau disimpulkan itu penyebabnya.
  • Bedah jika penyebabnya tumor, atau kemoterapi jika penyebabnya kanker.