Kucing gemuk, sepertinya memang sulit mencari tandingan betapa menggemasakannya seekor kucing gemuk. Meskipun demikian, sama dengan kegemukan pada manusia, kegemukan pada kucing juga bisa membawa masalah kesehatan serius. Dibalik tampangnya yang menggemaskan, kucing gemuk kemungkinan besar sebenarnya menyembunyikan penderitaan. Manusia bisa dengan mudah menceritakan dengan jelas apa yang dirasakan. Anjing meskipun mungkin tidak bisa menceritakan dengan jelas apa yang dirasakannya seperti halnya manusia, tetapi kita masih bisa melihat dengan mudah bila dia merasa kurang nyaman atau bahkan sakit. Tapi kucing justru sangat “misterius”. Kecuali ada tanda fisik seperti badan kurus, ada luka, tidak bisa berjalan, dll. kita biasanya sulit mendeteksi kondisi kesehatannya.

Kegemukan bisa menyebabkan aneka masalah kesehatan yang serius pada kucing. Diabetes, komplikasi hati, arthritis, bahkan sejumlah masalah kulit pada kucing sering kali disebabkan oleh kegemukan. Seperti manusia yang kesulitan untuk bergerak dan melipat tubuh dalam posisi-posisi tertentu, kucing gemuk juga akan mengalami kesulitan untuk grooming alias membersihkan diri. Kita pemilik kucing pastinya sudah sangat hafal bagaimana kucing sering melipat tubuh untuk menjangkau tempat-tempat tertentu pada tubuhnya saat dia “mandi” dan “bersisir”, menjilati tubuhnya sendiri dengan lidahnya yang mungil tapi berpermukaan kasar itu.

Penyebab kegemukan pada kucing adalah pemiliknya.

Kucing bukanlah makhluk yang banyak bergerak. Kalau perut mereka kenyang, mereka akan menghabiskan lebih dari 20 jam setiap harinya untuk tidur. Saat mereka tidak mendapatkan tekanan untuk mengisi perutnya yang lapar, dia bahkan tidak tertarik untuk melakukan apapun bahkan ketika sesuatu yang merupakan makanan alami mereka lewat di depan hidungnya. Saat kucing kenyang, kalaupun mereka melihat burung di dalam sangkar, mereka bahkan tidak tertarik untuk mendekati apalagi berusaha menerkam dan memakannya. Tetapi kalau mereka bisa makan tanpa harus “berburu” mereka cenderung untuk tetap makan meskipun mereka tidak benar-benar lapar. Jadi kalau kita sebagai pemiliknya membiarkan makanan tersedia setiap saat di depannya, kemungkinan besar dia akan makan jauh lebih banyak dari yang dibutuhkan oleh tubuhnya. Makan banyak tidur banyak, tentunya sangat logis kalau lama-kelamaan tubuhnya membengkak.

Di alam bebas mereka hanya makan saat mereka lapar. Dan untuk mendapatkan makanan mereka harus berburu, mengejar mangsa, dan belum tentu tertangkap. Saat mereka benar-benar berhasil menangkap mangsa, mungkin itu sudah entah berapa kali mereka mencoba dan gagal. Mereka makan secukupnya sementara tubuhnya dipaksa untuk bergerak. Jadi kalau kucing liar yang hidup di alam bebas tubuhnya cenderung “atletis” itulah alasannya. Sayangnya saat seorang manusia jatuh hati – atau mungkin merasa iba – kemudian mengadopsinya dan membawanya ke rumah, saat kita berfikir itu sebagai awal dari kehidupan yang lebih baik, dari sisi kesehatan bisa jadi sebaliknya. Sering kali kita bahkan memperlakukan kucing yang baru diadopsi “lebih buruk” dari kucing yang sudah lama kita pelihara di rumah. Dengan alasan kasihan karena tadinya mereka hidup liar di jalanan dan harus berjuang keras untuk mendapat makanan sekedar untuk bertahan hidup, kita kemudian memanjakan mereka dengan makanan secara berlebihan.

Jadi pastikan bahwa kucing-kucing kita mendapatkan porsi makanan yang cukup untuk kebutuhannya tetapi tidak berlebihan. Di sisi lain usahakan juga supaya kucing kesayangan kita tetap beraktivitas dengan secara rutin mengajaknya bermain. Menggunakan mainan yang membuat kucing berlari dan meloncat-loncat untuk mengejar bukan sesuatu yang kita lakukan untuk kesenangan kita sendiri sehingga kita bisa melakukannya hanya kalau kita mau, tetapi harus kita lakukan rutin untuk menjaga kesehatan kucing kesayangan kita. Nah berhubungan dengan kecukupan asupan terutama dalam bentuk makanan, ada banyak referensi mengenai jumlah makanan yang dibutuhkan kucing, salah satunya ada di sini: http://www.catinfo.org/docs/SortableCatFoodChartCatinfo.org2-22-13.htm.