Kita pastinya tahu persis bahwa di luar rumah ada banyak berkeliaran kucing-kucing liar atau kucing peliharaan yang memang dibiarkan berkeliaran diluar rumah pemiliknya. Tapi sadarkah anda bahwa mereka bisa menjadi penyebar penyakit yang mengancam kucing kesayangan kita bila kita membiarnyannya bermain di luar? Tahukah anda bahwa bahkan di Amerika Serikat sekalipun membiarkan kucing peliharaan bermain diluar rumah sangat tidak disarankan?Seperti juga pada manusia, kebanyakan penyakit kucing sebetulnya bisa dengan mudah dicegah dengan menjaganya tetap berada di dalam rumah. Dengan menjaga kucing tetap berada di dalam rumah kita menjauhkan mereka dari kemungkinan berkelahi sehingga tidak ada resiko tertular aneka macam penyakit yang kebanyakan berpindah melalui gigitan. Kita juga menghindarkan mereka dari parasit dan kutu yang bisa berpindah akibat interaksi langsung. Di luar rumah kucing kita bisa saja memakan sesuatu yang berbahaya dan beracun.

Meskipun kebanyakan penyakit kucing bisa diobati dan disembuhkan, ada sejumlah penyakit pada kucing yang sangat berbahaya, bahkan ada diantaranya yang tidak hanya membahayakan jiwa kucing itu sendiri tetapi juga dapat menyebar dan membahayakan jiwa manusia. Berikut adalah 5 penyakit kucing yang paling berbahaya seperti dilansir oleh situs The Animal Planet.

Feline Leukemia

Leukemia pada kucing menyebar melalui air kencing, lendir dari hidung, dan ludah. Kucing dapat terjangkit penyakit ini melalui gigitan atau melalui interaksi yang lebih sederhana seperti berbagi makanan, makan dan minum dari mangkuk yang sama, atau bahkan hanya sekedar bermain bersama. Kadang-kala kucing yang tertular penyakit ini langsung menunjukkan gejala begitu terinveksi, tetapi sering juga gejala baru muncul setelah beberapa minggu. Feline leukemia dapat mengakibatkan berbagai masalah lanjutan seperti infeksi sistemik, diare, infeksi kulit, penyakit mata, infeksi saluran pernafasan, infeksi empedu, anemia, kemandulan, bahkan kanker. Apapun masalah kesehatan kronis pada kucing bisa saja merupakan akibat dari penyakit feline leukemia ini.

Sampai sekarang belum ada obat untuk mengobati penyakit yang satu ini. Tetapi sebetulnya pencegahannya tidak terlalu sulit. Jangan biarkan kucing kita bermain di luar rumah dan berinteraksi apalagi berkelahi dengan kucing lain. Jaga kebersihan lingkungan tempat kucing tinggal, dan pastikan bahwa vaksinasi dilaksanakan dengan disiplin. Meskipun tidak ada vaksin yang khusus dibuat untuk mencegah penyakit ini, feline leukemia sangat jarang ditemukan pada kucing yang memiliki riwayat vaksinasi yang baik.

Feline Immunodeficiency Virus (FIV)

Meskipun FIV pada kucing merupakan penyakit yang hampir sama dengan HIV pada manusia, penyebab utama penularan penyakit FIV ini bukan interaksi seksual. Kebanyakan kasus penularan FIV terjadi akibat gigitan. Tidak seperti feline leukemia, FIV tidak menular melalui intereksi ringan seperti makan dan minum dari mangkuk yang sama. Tetapi FIV dapat menurun dari induk kepada anak-anaknya.

Penyakit FIV ini sulit dideteksi secara kasat mata karena yang diserang adalah sistem imunitas. Tetapi sekali masuk ke dalam darah, penyakit ini akan tinggal selamanya sampai kemudian efek lanjutannya mulai muncul. Biasanya yang terjadi adalah munculnya penyakit-penyakit lain karena imunitas yang menurun seperti pembengkakan kelenjar getah bening, sariawan, infeksi pada gusi, penurunan berat badan, bulu rontok dan berbagai masalah kulit, diare, anemia, dan kanker. Untuk mencegahnya, jangan biarkan kucing bermain diluar dan pastikan jadwal vaksinasi tidak pernah terlewatkan. Situs kesehatan kucing CatHealth.com mengatakan bahwa setelah 3 kali vaksinasi dengan jadwal yang tepat, kemungkinan terinveksi FIV berkurang antara 60 sampai 80%.

Gagal Ginjal

Gagal ginjal menyusul penyakit pada ginjal merupakan salah satu penyebab kematian utama pada kucing yang sudah berusia lanjut. Usia memang merupakan salah satu faktor penyebab penyakit ginjal. Penyebab lain yang juga tidak bisa kita kendalikan adalah faktor keturunan. Tetapi ada faktor dominan yang bisa kita kendalikan, yaitu asupan bahan-bahan berbahaya. Ada dua jenis gagal ginjal. Gagal ginjal akut terjadi jika fungsi ginjal terhenti secara tiba-tiba, sementara gagal ginjal kronis terjadi jika kerusakan pada ginjal berlangsung secara bertahap. Beberapa gejala gagal ginjal pada kucing yang dapat kita lihat diantaranya kencing berlebihan, minum terus, kembung, muntah, kehilangan nafsu makan, berat badan terus menurun, kejang, bau amonia pada air kencing, dan aktivitas secara keseluruhan yang semakin menurun.

Gagal ginjal tidak bisa disembuhkan, tetapi kesehatan kucing yang terkena penyakit ginjal bisa dipertahankan kualitas hidupnya dengan berbagai cara diantaranya pengobatan, diet, dan terapi hidrasi. Pada dasarnya kucing bisa bertahan hidup jika masih ada 5 sampai 8 persen dari ginjalnya yang masih berfungsi.

Feline Panleukopenia

Penyakit yang lebih sering dikenal sebagai distemper kucing ini daya penularannya sangat tinggi. Jika terjadi pada anak kucing, kemungkinannya untuk bertahan hidup hampir tidak ada lagi. Penyebaranya terjadi melalui cairan tubuh yang keluar melalui kotoran, ludah dan juga darah. Penyebaran lewat darah bisa dengan cepat menyebar melalui gigitan kutu. Perpindahan cairan tubuh ini bisa terjadi melalui banyak cara, termasuk cara-cara sederhana seperti lewat makanan, mangkuk tempat minum, pasir tempat kucing membuang kotoran, bahkan kain.

Distemper kucing menyerang saluran pencernaan sekaligus sistem kekebalan tubuh. Gejala yang muncul diantaranya diare, muntah, dehidrasi, malnutrisi, dan anemia. Gejala lebih awal diantaranya depresi, kehilangan nafsu makan, lesu, dan munculnya kebiasaan menggigiti ekor dan kaki belakang. Tetapi meskipun bisa dilihat dari gejala, biasanya diagnosa penyakit distemper kucing ini baru dipastikan setelah melalui analisa laboratoriom terhadap sampel darah dan kotoran. Begitu dipastikan, biasanya dokter akan mengambil tindakan yang sangat cepat karena penyakit ini memang sangat ganas, bisa mematikan korbannya hanya dalam satu hari sejak terinfeksi. Biasanya penanganannya meliputi transfusi darah, pemberian antibiotik, dan injeksi vitamin dosis tinggi untuk membantu hewan melawan penyakitnya.

Untuk mencegahnya, vaksinasi yang terprogram sangat penting.

Rabies

Banyak kawasan di tanah air masih merupakan wilayah yang belum bebas rabies, sementara kita tentunya tahu bahwa kucing merupakan salah satu hewan yang tidak hanya dapat terjangkiti penyakit mematikan itu, tetapi juga dapat menularkannya, baik kepada hewan lain maupun kepada manusia. Biasanya kucing tertular rabies akibat gigitan hewan liar, sering kali melalui perkelahian. Masa inkubasi rabies dalam tubuh kucing berkisar antara 2 sampai 5 minggu. Karena rabies menyerang sistem syaraf, biasanya gejala-gejala yang bisa terlihat diantaranya koordinasi gerakannya yang tidak terkontrol, depresi, air liur menetes terus, mata merah, menggeram, demam, dan berat badannya menurun drastis. Rabies merupakan penyakit yang mematikan, hewan yang terjangkit rabies tidak bisa diselamatkan lagi. Sementara pada manusia, dengan penanganan yang cepat dan tepat, kematian masih dapat dicegah.

Meskipun penyakit ini sangat mematikan, sebetulnya pencegahannya tidak terlalu sulit. Pastikan mengikuti jadwal vaksinasi dengan disiplin dan jangan biarkan kucing berkeliaran di luar rumah.